Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung
jawab atas serangan teror di Ibu Kota Brussels, Belgia, yang terjadi
hari ini.
Menurut media Mesir, pengakuan itu dipublikasikan
melalui Amaq News Agency, sayap media ISIS, seperti dilansir Russia
Today, Selasa (22/3).
Dua ledakan bom menggetarkan bandara
Zaventem di Brussels pada pagi pukul 08.00 waktu setempat. Selang satu
jam kemudian sebuah ledakan juga menghantam stasiun kereta Maalbeek.
Korban tewas di kedua lokasi mencapai 35 orang dan 55 lainnya luka. Tiga
belas di antaranya tewas di bandara, termasuk 30 orang luka.
"Ini
adalah masa-masa terkelam bagi bangsa kita. Kita harus tenang dan
kompak," ujar Perdana Menteri Charles Michel dalam jumpa persnya.
Peristiwa ini hanya berselang beberapa hari setelah tersangka Teror Paris Salah Abdeslam ditangkap.